Kenapa Nggak Nulis ?

Written by : Novy E.R.

MOTIVASI – Membaca update status teman yang tergabung di dalam akun jejaring sosial pertemanan tidak mesti hanya iseng saja atau orang yang mungkin bisa dikategorikan malas. Akan tetapi ada hal lain yang bisa bermanfaat.  Begitu pula dengan orang yang menulis status di dalam akun jejaring sosial miliknya. Masih banyak informasi dan ilmu yang bermanfaat kita dapatkan melalui sosial media.

Seperti yang sering saya alami. Dari membaca dan mengikuti perkembangan update status di facebook bisa memunculkan ide kreatif untuk membuat sebuah tulisan.  Bahkan terkadang pula banyak pula yang statusnya bisa memotivasi seseorang untuk bergerak lebih maju.

Ada Mario Teguh yang kata-kata singkatnya membuat banyak yang nge-like dan share, ada pula da’i kondang seperti  Aa Gym yang  berdakwah melalui akun sosmed dan diikuti banyak jama’ah online.

Begitu pula dengan  salah seorang rekan yang sudah mahir banget di dunia menulis, founder Pesantren Penulis, saya terkesima dengan motivasi yang ditulisnya dan memicu kita yang pengin banget jadi penulis profesional. Rumus dasar yang pernah dan sering ditulisnya untuk mengajak kita semua lebih rajin menulis adalah  “Menulis sehari 5 lembar. Pagi 2  lembar, malam 3 lembar, jadi dalam sebulan (30 hari) adalah 150 lembar. Jadilah sebuuah buku.”

Waduh, bisa nggak yaa… Mesti belajar dari rumus menulis tersebut. Bagus banget karena memotivasi kita untuk semangat dan menghilangkan rasa malas yang terkadang seringkali hadir untuk mengawali menulis.

Beliau juga sempat menuliskan 7 (tujuh) item dasar di bawah ini yang kemudian memicu saya untuk melanjutkan sesuai dengan karakter tulisan saya.

  1. Nggak Pede Bukan Orang Terkenal

Emang nulis itu mesti harus jadi orang terkenal dulu ya. Nggak lagi. Justru bila kita orang biasa dan diberi kemampuan menulis itu adalah hal yang luar biasa bila tulisan kita menjadi terkenal dan disukai banyak pembaca tentu akan menjadi kebanggaan bagi diri sendiri dan keluarga. Bisa memungkinkan pula karya kita berupa buku atau novel itu jadi best seller. Contohnya si penulis yang menuliskan kisahnya sendiri untuk menginspirasi banyak orang, Iwan Setyawan dengan buku perdananya 9 Summers 10 Autumns. Dari anak sopir angkot yang miskin dan sukses  lulus dari IPB dan sempat menjadi direktur di salah satu perusahaan di New York. Iwan bukan selebritis dan namanya  langsung melambung tinggi berkah tulisannya yang menginspirasi banyak orang itu.  Zaman teknologi makin canggih ini bukan zamannya lagi berkata “Aku nggak pede nulis karena bukan seleb.”  Seleb pun kalau tulisan biasa saja juga nggak bakalan dilirik pembaca kok.

2.  Malu, Tulisan Lugu : Lucu or Wagu

Percaya diri aja. Nggak perlu malu karena tulisan kita. Terkadang apa yang kita anggap jelek apa yang kita tulis itu justru di mata pembaca atau orang lain itu adalah tulisan yang keren. Sekarang ini ada media menyediakan tempat kita menuangkan ide dan inspirasi. Bila kita merasa malu untuk mengirimkan ke penerbit atau media cetak, cobalah memulai dari sebuah blog pribadi. Apa tema yang ingin kalian usung cobalah  berusaha memulai sebuah tulisan.

Nggak ada tulisan yang jelek dan kaku. Karena orang berani mengekspresikan diri melalui tulisan itu adalah orang-orang yang ingin belajar maju dan cerdas. Dengan banyak menulis so pasti banyak membaca  (baik baca buku, browsing atau baca situasi dan kondisi di sekitar kita).

Saya sendiri juga tergolong orang yang nggak mudah percaya diri mengirimkan penerbit atau media cetak. Mengawali menulis di akun sosial media dan blog akhirnya saya bisa mengurangi rasa malu untuk mempublikasikan tulisan-tulisan saya. Dari menulis di catatan sebuah akun sosial media  mengalir ke blog pribadi. Dari sanalah akhirnya saya mencoba mengirimkan salah satu artikel religi ke sebuah majalah nasional dan diterima. Termasuk buat buku antologi. Alhamdulillah. Blog sangat membantu mengurangi rasa malu untuk lebih rajin menulis dan publikasi di media online.

3. Pendidikan Rendah, Nggak Jenius

Belum tentu orang berpendidikan tinggi dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata bisa menulis. Karena menulis itu selain  butuh perjuangan  juga butuh keuletan dan  ketelatenan belajar menulis. Seperti seorang pengusaha atau pedagang yang sukses banyak yang pendidikannya rendah dan kemampuan intelektualnya biasa saja malah bisa meraih  sukses di bidang yang digelutinya tersebut. Penulis juga bisa sukses dengan usaha menulisnya. Rajin membaca, rajin mengamati lingkungan sekitar, rajin menulis lama-lama akan terbiasa menulis.

Saya, juga bukan seorang yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, hanya karena yakin menulis itu bukan modal bakat saja, kemampuan mesti terus diasah, lama kelamaan akan memudahkan untuk kita piawai dalam hal menulis. Teruslah belajar selagi badan masih dikandung hayat.

4. Nggak Ada Ide, Nggak Mood

Nggak punya ide ? Ide nggak perlu dicari atau dikejar. Ide itu datang dengan sendirinya. Saat kita baca karya teman, misalnya sebuah  cerpen. “Íni kok endingnya menggantung sih?”  Nah, dari situ cobalah kalian teruskan sendiri dengan gaya menulis dari ide kita sendiri. Atau saat travelling bisa menceritakan dari sudut pandang kita.

Seperti tulisan dengan judul “Kenapa Nggak Nulis”  ini pun saya penasaran dengan tujuh item yang bagi saya yang masih menggantung. Ingin meneruskan sesuai dengan pemikiran saya untuk dituangkan ke dalam tulisan yang bisa memotivasi semangat pembaca.

Nggak mood ? Cobalah untuk mengalihkan sesaat suasana dengan yang lain. Kemudian kembali lagi melanjutkan menulis. Insya Allah lebih segar dan lancar menuangkan ide-ide cerdas kalian.

5. Nggak Bakat, Takut etc

Banyak para pakar menulis bilang, menulis itu bukan bakat akan tetapi kemampuan. Benar sekali bila menulis itu ketrampilan mengasah otak untuk membuat kita lebih cerdas dan bermanfaat.

Bakat itu ketrampilan yang dimiliki sejak lahir. Jadi kalau menulis itu bakat, apa gunanya sekolah yang mengawali kita belajar menulis dan membaca. Buang jauh-jauh anggapan menulis itu bakat. Tancapkan kalau menulis itu ketrampilan belajar melalui banyak proses. Ada yang berproses menulis dengan pengalaman hidupnya, ada yang karena tuntutan ekonomi dengan  coba-coba menulis  dan dikirim ke media cetak yang bisa menjadi mata pencahariannya. Ada yang mengawali menulis di blog. Masih jalan menuju sukses menjadi seorang penulis.

Takut nulis ? Kenapa ? Buang jauh-jauh juga rasa takut itu. Jangan malu dicap tulisan kita jelek. Semua karya itu bagus.

6. Takut Dikritik, Binggung Memulai

Hmmm…. kita menulis di blog, banyak yang mengomentari itu pertanda tulisan kita menarik. Ada kritikan anggap saja sebagai pembangun untuk meningkatkan kualitas tulisan kita. Banyak penulis profesional yang awalnya juga banyak menuai kritikan hingga sukses.

Binggung memulai ? Tulis dari yang paling mudah untuk kalian bisa menulis.

Awalnya saya sejak masih remaja ingin banget menulis  sebuah novel. Atau semacam fiksi gitu. Namun takdir berkata lain. Menulis wisata di blog justru yang memotivasi saya untuk terus menulis dan berlatih menulis apa saja. Hingga tulisan non fiksi religi juga saya pelajari. Yang terpenting adalah semangat menulis bukan hanya faktor bakat atau kegemaran.

7. Apalagi…. Hwayo ?

Saya enjoy menulis tentang apa saja. Bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain. Menulis itu juga terapi kesehatan yang terbaik. Pokoknya menulis, menulis dan menulis. Mngikuti grup-grup menulis ssecara online, datang ke event kepenulisan di sekitar tempat di mana kita tinggal. Bila kalian memliki rasa percaya diri yang cukup, ikuti banyak lomba menulis. Jangan memikirkan materi atau hadiah, tetapi berpikirlah untuk menulis yang lebih baik dan bermanfaat. Pengalaman adalah guru terbaik. Menulis itu juga merupakan pengalaman terbaik untuk dituangkan melalui rangkain kata-kata.

Menulislah apa saja yang ingin kalian tulis asal sesuai kata hati. So tulisan mewakili pribadi penulisnya. (NV29)

Twitter & IG : @NovyWriter

 

 

 

Ayo teman-teman yang katanya suka nulis tapi enggak nulis-nulis. Melalui tautan keren ini http://www.pesantrenpenulis.com/2014/10/kenapa-nggak-nulis.html

Soal 7 alasan kenapa orang belum mau menulis. Apa saja itu? Semoga kamu nggak mengalaminya. Cek aja ya..

Yuk semangat nulis bareng para penulis-penulis Indonesia lainnya yuk…

Kenapa Nggak Nulis
Kenapa Nggak Nulis

 

Iklan

Titip Komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s